in

Peran Lembaga Keuangan Di Perekonomian

Lembaga-lembaga keuangan dan lembaga intermediasi memiliki peran sebagai berikut:
Pengalihan aset (asset transmutasi)
lembaga keuangan, aset suka, janji untuk membayar ‘oleh debitur memiliki janji ini pada dasarnya diberikan pinjaman kepada unit defisit dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan kontrak yang dibuat. Lembaga keuangan oleh masyarakat untuk membiayai pinjaman dengan dana dari deposito. Dalam hal ini, mentransfer lembaga keuangan kewajiban (utang) disepakati dalam aset (investasi) dengan jangka waktu sebagaimana di deposan dan peminjam. Kewajiban proses dipindahkan ke aset keuangan yang disebut kekayaan transmutasi.

Redistribusi pendapatan (realocation pendapatan)
Setiap individu adalah usianya (pensiun) telah memiliki, dan kami berharap bahwa semakin usia pensiun adalah tanpa perlu dihadapi dengan tenang untuk berpikir lagi tentang masalah keuangan. Untuk ini, kita menyisihkan sebagian dari pendapatan selama pekerjaan persiapan untuk masa depan diawetkan. Penghasilan Penyisihan prinsip dap
pembiayaan langsung (keuangan langsung) Metode ini terjadi ketika untuk deposan bertemu (lender) kepada peminjam langsung (peminjam) dan dana mereka di aset keuangan ke kas tanpa bantuan dari pihak ketiga. Contoh sederhana adalah ketika kita meminjam uang dari teman dan memberikan surah utang tanda kepadanya bahwa kami harus meminjam teman. Metode ini adalah untuk melakukan metode paling sederhana, tetapi masih memiliki beberapa kelemahan, termasuk:

dibutuhkan untuk keinginan kesamaan antara kedua belah pihak pada jumlah, tingkat bunga, dan juga lamanya waktu peminjaman.resiko dihadapi cukup tinggi, karena pembayaran ini dilakukan tanpa jaminan keterlambatan atau kegagalan. kedua belah pihak harus saling bertemu secara langsung, di mana ia membutuhkan waktu khusus dan dana khusus.

Semi pembiayaan langsung (Keuangan Distrik) pembiayaan semi-langsung meminjamkan uang agen transaksi efek yang terlibat. Fungsi sekuritas broker ini yang mentransfer surat berharga atau investasi sebagai proses bank, sebagian besar dana sangat bergantung pada peran dan intervensi dari pihak ketiga, yaitu broker dan dealer. Keterlibatan pihak ketiga adalah untuk mengurangi biaya transaksi dan informasi biaya yang biasanya muncul dalam pembiayaan langsung. pendanaan langsung setengah adalah untuk meningkatkan metode pembiayaan langsung. Berkembang dan pasar keuangan sekunder tidak likuid (pertukaran) banyak kesempatan bagi para pemilik surat berharga (pemberi pinjaman) memiliki waktu untuk encer atau menjual sekuritas melalui perantara dan tidak perlu mengikuti efek tersebut hingga jatuh tempo. Baik sebagai metode yang baik juga memiliki kelemahan, yaitu risiko likuiditas yang dihadapi terutama ketika mengembangkan pasar modal. Dalam hal ini, sekuritas harus memiliki nilai yang tidak sesuai dengan harapan pemilik dan telah menderita kerugian yang cukup tinggi ketika pasar saham mengalami penurunan dan stagnasi

dana tidak langsung (indirect Keuangan) Metode ini menggunakan sebuah institusi keuanganm perantara dilakukan yaitu: bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, perusahaan investasi dan reksa dana. Peran lembaga intermediasi melayani penabung dan peminjam dengan cara yang lebih kompleks. lembaga intermediasi di sekuritas sekunder satu sisi (tabungan, giro, deposito, asuransi, dll) untuk penabung dan di sisi lain menerima surat dari disebut utang sekuritas utama peminjam. Proses ini baik disukai oleh orang-orang dari surplus dan defisit karena jumlah risiko mungkin akan dihadapi cukup kecil, dan biaya yang dikeluarkan oleh pihak yang bersangkutan cukup rendah pada dua metode sebelumnya dibandingkan.

yang mempu menggunakan jasa lembaga Savers keuangan atau unit Surplus

Realokasi pendapatan (income realocation)
Setiap individu pasti akan mengalami masa tua (pensiun), dan kita selalu mengharapkan masa pensiun tersebut akan dihadapi dengan tenang tanpa perlu memikirkan masalah finansial lagi. Untuk itu, kita menyisihkan sebagian pendapatan yang diterima selama masa kerja untuk persiapan masa datang. Penyisihan pendapatan tersebut pada dasarnya dapat digunakan untuk membeli barang-barang, namun nilai dari barang akan menurun seiring dengan waktu. Yang saat ini dilakukan oleh sebagian besar masyarakat adalah dengan menaruh uang simpanan mereka di bank, baik berupa simpanan tabungan, polis asuransi jiwa, program pensiun, reksa dana, dan sebagainya. Dengan begitu, aset mereka akan lebih terjaga nilainya dan resiko kerugian yang dihadapi akan sangat kecil.

Transaksi (transaction)
Sekuritas sekunder (tabungan, giro, deposito) yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan, merupakan bagian dari sistem pembayaran. Produk-produk yang ditawarkan oleh bank, dimaksudkan untuk mempermudah penyelesaian transaksi barang dan jasa di samping untuk memperbaiki posisi likuiditas bank. Di sini, dapat dikatakan bahwa lembaga keuangan berperan sebagai lembaga intermediasi yaitu untuk memberikan jasa-jasa untuk mempermudah transaksi moneter yang terjadi.

Bisa dikatakan, peran lembaga keuangan di tengah-tengah masyarakat sudah tidak dapat dibantahkan lagi. Peran lembaga keuangan sudah sangat begitu besar dan bisa dikatakan sudah membuat masyarakat tergantung dengan produk-produk yang ditawarkan bank, yang dapat mempermudah segala transaksi keuangan yang dilakukan oleh masyarakat. Tapi yang paling penting untuk diperhatikan di sini, bahwa kita harus teliti sebelum menggunakan jasa sebuah lembaga keuangan. Kita harus memilih suatu lembaga keuangan yang kredibel dan mempunyai reputasi yang baik dalam mengelola keuangan kita. Jangan sampai hanya karena tergiur dengan iming-iming bunga dan revenue yang besar kita jadi tidak memperhatikan reputasi sebuah bank.

Written by Nanda Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Metode Pengalihan Dana Sistem Keuangan

Jenis Produk Perbankan : Kredit aktif dan kredit pasif