in

Metode Pengalihan Dana Sistem Keuangan

Proses transaksi di pasar keuangan dari waktu ke waktu perubahan dari cara yang paling sederhana (barter) dengan cara yang paling kompleks (perdagangan online). Sistem keuangan yang ada harus bergerak dinamis, terus berubah seiring dengan perubahan permintaan masyarakat, perkembangan teknologi, dan juga perubahan dalam undang-undang dan peraturan. Sistem keuangan harus dapat mengikuti sesuai dengan tuntutan lingkungan dari sistem keuangan, baik yang sederhana atau sudah cukup kompleks, harus melakukan setidaknya satu fungsi dasar, yaitu transfer dana dari penabung (unit surplus) dan memberikan pinjaman kepada peminjam (unit defisit) yang akan digunakan sesuai kebutuhan yang ada. Metode transfer dana dari unit surplus untuk unit defisit dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

pembiayaan langsung (direct Keuangan) Metode ini terjadi ketika deposan (kreditur) untuk bertemu langsung dengan peminjam (borrower) dan menebus dana mereka di aset keuangan tanpa bantuan dari pihak ketiga. Contoh sederhana adalah ketika kita meminjam uang dari teman dan memberinya surat utang tanda kami harus meminjam teman. Metode ini adalah metode paling sederhana untuk dilakukan, tetapi masih memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

diperlukan kesamaan keinginan antara kedua pihak mengenai jumlah, tingkat bunga, dan juga jangka waktu peminjaman.resiko dihadapi cukup tinggi, karena ini dilakukan tanpa jaminan keterlambatan atau kegagalan dalam pembayaran. kedua belah pihak harus saling bertemu secara langsung, di mana ia membutuhkan waktu khusus dan dana khusus.

Semi Pembiayaan Langsung (Semidirect Keuangan) pembiayaan semi-langsung meminjam uang transaksi yang melibatkan broker sekuritas. Fungsi sekuritas broker ini dilakukan oleh perusahaan sekuritas atau investasi bank, sebagian besar dana mentransfer proses sangat bergantung pada peran dan intervensi dari pihak ketiga, yaitu broker dan dealer. Keterlibatan pihak ketiga adalah untuk mengurangi biaya transaksi dan informasi biaya yang biasanya muncul dalam pembiayaan langsung. pembiayaan semi-langsung merupakan perbaikan dari metode pembiayaan langsung. Berkembang dan pasar keuangan sekunder tidak likuid (pertukaran) akan memberikan banyak kesempatan bagi para pemilik surat berharga (pemberi pinjaman) dapat setiap waktu untuk encer atau menjual sekuritas melalui perantara dan tidak perlu menahan efek tersebut hingga jatuh tempo. Baik-baik metode, juga harus memiliki kelemahan, yaitu risiko likuiditas yang dihadapi terutama ketika mengembangkan pasar modal. Dalam hal ini, surat berharga yang dimiliki mungkin memiliki nilai tidak sesuai dengan harapan pemilik, dan bisa mengalami kerugian yang cukup tinggi ketika pasar saham mengalami penurunan dan stagnasi

Pembiayaan tidak langsung (Keuangan langsung) Metode ini dilakukan dengan bantuan lembaga keuanganm perantara yaitu: bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, perusahaan sekuritas, dan reksa dana. Peran lembaga intermediasi melayani penabung dan peminjam dengan cara yang lebih kompleks. lembaga intermediasi di satu sisi masalah sekuritas sekunder (tabungan, giro, deposito, asuransi, dll) untuk penabung dan di sisi lain menerima surat dari sekuritas utama utang-disebut peminjam. Metode ini lebih disukai oleh orang-orang dari kedua surplus dan defisit, karena tingkat risiko yang dihadapi bisa sangat kecil, dan biaya yang akan dikeluarkan oleh pihak yang bersangkutan cukup rendah dibandingkan dengan dua metode sebelumnya.

Savers atau unit surplus yang menggunakan jasa lembaga keuangan mempu

Pembiayaan Semi Langsung (Semidirect Finance)
Pembiayaan semi langsung adalah transaksi pinjam-meminjam uang yang melibatkan perantara pedagang efek. Fungsi perantara pedagang efek ini dilakukan oleh perusahaan efek atau invesment bank.
Proses transfer dana sangat bergantung pada peran dan intervensi pihak ketiga, yaitu broker dan dealer. Keterlibatan pihak ketiga ini dapat mengurangi biaya transaksi dan biaya informasi yang biasanya muncul dalam pembiayaan langsung. Pembiayaan semi langsung merupakan perbaikan dari metode pembiayaan langsung. Berkembang dan likuidnya pasar keuangan sekunder (bursa efek) akan memberi banyak peluang bagi pemilik efek (lender) untuk dapat sewaktu-waktu mencairkan atau menjual sekuritas yang dimilikinya melalui perantara dan tidak perlu menahan sekuritas tersebut sampai jatuh tempo. Sebagus-bagus sebuah metode, pasti juga memiliki suatu kelemahan, yaitu resiko likuiditas yang dihadapi terutama apabila pasar modal berkembang. Dalam hal ini, sekuritas yang dimiliki bisa saja memiliki nilai tidak sesuai dengan harapan pemilik, dan bisa saja mengalami kerugian yang cukup tinggi apabila pasar modal mengalami kelesuan dan mengalami stagnasi.

Pembiayaan Tidak Langsung (Indirect Finance)
Metode ini dilakukan dengan bantuan lembaga intermediasi keuanganm yaitu: bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, perusahaan efek, dan juga reksa dana. Peran lembaga intermediasi ini adalah melayani penabung dan peminjam dengan cara yang lebih kompleks. Lembaga intermediasi di satu pihak menerbitkan sekuritas sekunder (tabungan, giro, deposito, asuransi, dsb) kepada penabung dan di lain pihak menerima surat utang dari peminjam yang disebut sekuritas primer. Metode ini lebih disukai oleh masyarakat baik pihak surplus maupun pihak defisit, karena tingkat resiko yang dihadapi bisa dikatakan cukup kecil, dan biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak yang bersangkutan cukup rendah dibanding kedua metode sebelumnya.

Penabung atau unit surplus yang memanfaatkan jasa lembaga keuangan mempunyai beberapa pertimbangan sebelum memilih suatu lembaga keuangan, yaitu:
– Keamanan dan resiko kredit, dalam arti lembaga intermediasi mengurangi kemungkinan tidak dibayarnya kembali simpanan penabung akibat terjadinya gagal bayar oleh debitur. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, pemerintah sudah memberlakukan kebijakan untuk menjamin simpanan nasabah bank yang menjadi anggota LPS, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga likuiditas bank terancam. Penjaminan yang dilakukan sebesar-besarnya Rp. 2 M.
– Likuiditas, lembaga keuangan memberikan peningkatan kemampuan likuiditas kepada penabung dengan menawarkan berbagai jenis produk keuangan yang memiliki sifat likuid.
– Aksesibilitas, dalam hal ini penabung dan peminjam dapat memanfaatkan jasa-jasa intermediasi bank secara optimal, baik dari pihak penabung maupun peminjam.
– Kemudahan, dalam hal ini banyaknya kemudahan dan kelebihan yang ditawarkan suatu lembaga keuangan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi penabung dalam memilih suatu lembaga keuangan.

Written by Nanda Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Apa Itu Kebangkrutan Terencana?

Peran Lembaga Keuangan Di Perekonomian